Prolog

Menulis.....
Bukanlah sesuatu yang begitu saja dan tanpa proses. Tak sebatas corat coret, namun lebih luas dalam berbagai arti.

Berawal dari rutinitas dalam rentang waktu mengeyam pendidikan (sekolah), yang merupakan suatu hasil dari proses belajar, dan sering dinilai sebagai tolak ukur prestasi.

Menulis dalam konteks menuangkan pemikiran, imajinasi, harapan,kenangan, dan rasa. Yang terasa lebih mudah dari berkata kata, yang bagi sebagian orang adalah tanda ketakmampuan (pengecut), dapat pula membantu mendewasakan diri, seiring bentuk,penggunaan, ataupun penggayaan kata.

Dan ketika menulis bukan lagi sekedar hoby,melainkan sebuah kebutuhan jiwa guna mencapai kepuasan dan ketenangan batin.
Dan tanpa melepaskan kodrat sebagai MANUSIA, yang acapkali bergelimangkan kebencian, kekalutan, ketakutan,ketidak berdayaan, kecemasan, kerinduan, dan khilaf.

Maka, terlahirkan tulisan tulisan dalam semua/seluruh yang
kulihat,,,,,,

kudengar,,,,

kurasa,,,,,,,,,,,

dan kudapatkan,,,,,,,

Meskipun seringkali terdengar klise, naif, possesif, paranoid, ataupun vulgar, dan kadang GOMBAL, namun inilah apa adanya, dan selalu kucoba untuk sejujurnya.