30 November 2012

Menggali Makna Sesal

Kenapa penyesalan selalu datang di akhir? Sebuah pertanyaan bodoh yang tak mempunyai jawaban. Jikapun ada, maka jawaban paling mudah adalah, 'kalau di awal namanya bukan penyesalan, tapi rencana!' Pertanyaan telah terjawab, namun kepuasan tidak kita dapatkan.

Setiap detik adalah sejarah. Kita punya rencana, untuk mengukir sejarah yang indah dalam kehidupan kita. Namun terkadang, kita membuat sebuah kesalahan, sehingga sejarah yang terukir harus menyisakan penyesalan.

Ada yang berpendapat, 'penyesalan itu tidak ada gunanya...' Memang sih, biarpun kita ngotot menyesal, toh sejarah tetap sejarah, dan takkan pernah dapat kita ubah. Tapi sepertinya, juga teramat sulit bagi kita untuk menghindari penyesalan yang tanpa permisi mendadak nangkring di pikiran kita.

Meskipun kita telah mengaku dewasa kepada dunia, tak jarang kita berandai-andai, 'andai aja hidup ini bisa di replay, dan kesalahan demi kesalahan yang pernah diperbuat bisa di remove...' Yahh, mungkin dari situlah kini terlahir berbagai cerita fiksi yang mengkisahkan tentang seseorang yang mampu mendatangi masa lalu. Mulai dari si ilmuwan sinting Dr. Emmet Brown yang menciptakan sebuah mesin canggih, hingga sekedar menggunakan laci seperti yang dilakukan Doraemon. Maka sepertinya terlalu sinis bila kita mengatakan bahwa penyesalan itu tak ada gunanya, ketika kita mendapati telah banyak karya besar yang terlahir dari yang namanya penyesalan.