30 Mei 2012

Perbedaan Manusia Dan Drakula

Seorang gadis, anak manusia, sedang berlari ketakutan karena dikejar-kejar oleh dua drakula. Gadis itu berlari sekuat tenaga, tapi akhirnya tenaganya habis juga. Tak pelak, gadis itupun tertangkap. Namun, setelah para drakula berhasil menangkap gadis tersebut, malah terjadi pertikaian antara keduanya. Masing-masing dari mereka menginginkan darah gadis itu, dan tidak mau berbagi. Maka merekapun berkelahi, saling menghabisi. Setelah salah satu diantara mereka berhasil membunuh lawannya yang tak lain adalah sesama drakulanya itu, barulah ia dapat menikmati penghisapan darah pada hasil buruannya dengan tenang. Ternyata drakula tidak mengenal istilah joinan ya! Hanya karena berebut makanan saja mereka sampai harus saling membunuh.




Di lain tempat, seorang gadis drakula sedang sekarat. Sudah hampir sebulan ia tidak minum darah. Wajahnya pucat, bibirnya kering, badannya lemas bersandar pada tembok besar yang terletak dalam sebuah bangunan tua. Nampak jelas, ia merasakan sakit yang teramat. Napasnya sesak seperti orang kena asma. Bila ia tidak segera mendapatkan darah, maka hari ini juga ia akan minta pamit pada dunia. 

24 Mei 2012

Beautiful in its time



Hujan deras mengguyur bumi tempat berpijak
Layaknya problema kehidupan menerpa setiap insan yang berdiri tegak
Kepercayaan diri pun seakan ingin beranjak


18 Mei 2012

Selembar Kegalauan

Meneruskan sebuah cerita,... sulit untuk dimulai seketika.
Inspirasi terputus, kata-kata seakan sudah terhapus.
Seperti secarik kertas yang terhempas... kulitnya pun terkelupas.
Datang dan pergi tiada henti, Seperti hari menjelang pagi ...


Siang berganti malam,
Gelap berganti terang,
Langit dan bumi seakan terpisah,
Orang-orang semakin menjadi gelisah !...
Antara resah dan pasrah,
Bersatu padu seakan pikiran semakin membeku,...


Halusinasi menjadi-jadi, Pikiran menerawang... pergi tanpa kembali.
Seperti hari yang telah berlalu, Seakan waktu berdetak tak menentu....
Jari jemari terus menari-nari, Pikiran pun semakin tak bisa dimengerti.

08 Mei 2012

Secangkir Kopi Pahit

aku berkaca diatas kopi pahit
yang Kau tuangkan,...
sambil diam sedalam cangkir
jadi asap menguap
pengab seketika lenyap


belum puas !...
pejam aku hampiri syair
yang sedari tadi menanti
tawar sunyiku, bukan bertukar mimpi-mimpi,
tapi manifest di tiap-tiapnya


kopi pahit Kau tuangkan
gelap ditikung kunang