27 Agustus 2011

Yah,... Inilah Aku

Diatas langit masih ada langit,...
Pantaskah ku banggakan diri yang tak lebih tinggi dari atap rumahku ?


Begitu mudah lidah ini berucap kata
Lalu ku tebarkan dengan penuh pesona
Namun nyata, tindakanku taklah selihai ucapanku
Terkadang sepucuk khilaf membuatku malu
Munaf, naif, itulah ciri khasku


22 Agustus 2011

Negeri Ribut

Di bulan puasa ini selain saya puasa menahan lapar dan dahaga, sayapun puasa melihat berita-berita di televisi maupun media massa. Bukan karena apa, namun isi dalam berita-berita tersebut sungguh menyiksa batin saya,` sebagai salah seorang penghuni tanah air ini. Kini era reformasi berjalan sepuluh tahun lebih, televisi dan media massa ikut berubah, menjadi lebih beragam, terbuka, dan kritis.

Dari hari ke hari negeri ini seperti negeri ribut, ricuh oleh apa saja. Seperti sangat sangat gampang memunculkan 'aksi' yang memicu kericuhan dan keributan. Ironisnya, pengelola negeri ini, orang-orang yang dipercaya memegang amanah rakyat, turut andil besar membuat kericuhan. Menikmatinya, sehingga mungkin beralasan mempertahankan suasana ribut.


13 Agustus 2011

Ratapan Pak Ustadz

Suatu sore, Pak Ustadz bersama orang muslim lainnya sedang ngabuburit dalam sebuah masjid. Ada yang menyibukkan diri membaca ayat-ayat Al-Qur'an, ada pula yang sekedar berdzikir. Waktu menunjukkan pukul 04.00. Kurang lebih dua jam lagi saatnya berbuka.

Tiba-tiba masuk seorang pemuda dengan membawa sebekal makanan. Tanpa segan ia duduk di antara orang-orang yang sedang ngabuburit, dan memakan makanan bawaannya dengan lahap. Pak Ustadz merasa risih dengan pemandangan itu, hingga iapun bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri pemuda itu.


06 Agustus 2011

Menolak Kelaziman



Belakangan ini kita semua dijejali dengan perayaan peristiwa yang mendebarkan. Mesir bergejolak, kasus mutilasi kian marak, jamaah Ahmadiyyah diserang massa, banyak orang tua tega membuang bahkan membunuh anak kandungnya sendiri, dan beragam peristiwa yang tak biasa lainnya. Namun karena terlalu banyak peristiwa yang terus berdatangan ke ruang kita, tentu kitapun akan menjadi biasa dengan peristiwa-peristiwa tersebut. Dan inilah yang berbahaya.