03 Juli 2011

Semua Karena Cinta

Aku tertatih dalam lamunku, memangku mimpi yang berangan semu....
Di antara ranting-ranting kejora, kugantungkan bintang-bintang harapan
agar sinarnya tersampaikan pada semesta akhirat hingga nalarnya tak menyayat jiwa

yah, lagi dan lagi,...
sesuatu yang ku tanam setiap masanya
dan gugur setiap musimnya

lagi dan lagi,...
air mata membebani kaca kelabu
ketika seonggok hati menjadi bayi biru tanpa ruh
usang dalam pandangan muram cuaca



Hanya haru yang berpilu-pilu manja menjadi teman setia
Genggaman yang kosong tanpa arti ku arak sendiri mengikuti langkahku

Wanitaku,...
berurangkali kau tikam aku dengan belatimu
memaksaku untuk pergi
tanpa mengantongi kenangan yang mensurutkan air mataku ketika aku merindu

berulangkali pula kau menjabarkan kepadaku
bagaimana sang pujaan hatimu membabibutakan fikiranmu dan melambungkan gairah asmaramu
berurangkali pula kau membuat aku terbakar api cemburu dalam kesadaranmu

Lihat aku !
Aku tak selemah ranting cemara
Aku tak seluput kesalahan sang derita

Aku tetap gigih dalam garis yang tak dapat ku ubah
karena ketetapan hakikat cinta yang ku janjikan di atas syurga

Aku tetap memanjatkan doa pada Hak semesta
agar keangkuhan yang mengikat hatimu sedikit perlahan melebur
hingga aku mengetahui mengapa sampai saat ini kau masih mengabaikanku
membunuhku secara perlahan dalam kesendirianku
membuat ku terjatuh lebih dalam lagi dalam kerinduan yang tak kau tahu

Aku akan perlihatkan kepadamu, bagaimana genggaman tangan ini masih akan terus menuntunmu, membawa semangkuk kasih sayang yang penuh untukmu, takkan kupedulikan meski tangan kasar jiwamu memaksanya jauh dari sisimu,...
Takkan ku hiraukan, seperti kau mengabaikanku....

7 Comment:

  1. OhWow! puisi tentang cinta butakah? :)

    BalasHapus
  2. ini apa karena sering dihianati ya,,hehehe sehingga tercipta sebuah puisi yang indah,,,hehehe

    BalasHapus
  3. terkadang sebuah tulisan tercipta dari sebuah rasa, sehingga bait demi bait begitu mudah mengalir...aku suka puisi nya cakeppppppppppppp....

    BalasHapus
  4. yang bikin ngeri itu kalimat
    'bayi biru tanpa ruh'
    itu makna lugas atau kias kang?

    BalasHapus
  5. Kunjungan perdana nie sob.. salam kenal ya.. ijin follow ya..

    BalasHapus
  6. puisi yang dalam, maaf tafsiran saya tak sedalam tafsiran anda. makasih telah mampir

    BalasHapus
  7. sangat sedih puisi ini...dapat dirasakan kepiluan yang dirasa...kamu sedang putus cinta ya...?

    BalasHapus

Please comment, kritik, or sarannya! Trims ^_@