11 Juli 2011

Dermaga Tak Bernama

Telah tersurat, jika lunas waktu, aku akan segera berangkat,...
Bukan pulang atau mencari arah, teman, sebab kisah ini pada akhirnya cuma berakhir sebagai riwayat.
Tak terjanji siapa yang akan mencatat.
Kita akan berangkat menuju batas cahaya dan gelap

Usia berjejalan.....
Lalu tiba-tiba matahari telah merunduk di barat
Tahun merimbun seperti kebun, para pemetik menanam tanya tak terjawab !...



Lantas siapa yang senantiasa berkelit dan meringkuk di lubuk ????
Seluruh rencana gugur seperti daun-daun tua, yang mengubur kata..

Maka telah tersurat, segulung waktu akan bergesas berangkat.
Meninggalkan segala....,
Cuma kita, akhirnya. Bersitatap, namun tak saling membaca Riwayat...!


8 Comment:

  1. Nice..
    sgla ssuatu da msa n zmannya
    smua bnar ats kuasa Tuhan.
    plihan bhs yg keren
    sya suka dgn krya Anda..

    BalasHapus
  2. Semua pasti akan berakhir tanpa kita sadari,,

    BalasHapus
  3. I interest with ur poem, nice..semua kita akan kembali pada peradaban masing-masing...berbekal iman dan takwa semoga kita di bukakan jalan menuju surgaNya.

    BalasHapus
  4. puisi nya selalu bermakna gan!nice poem...

    BalasHapus
  5. Kata dan kalimat yg indah sob...

    BalasHapus
  6. wah, like this one..
    gie bilang begini, semua akan tiba pada hari yg biasa, pada suatu ketika yg telah qt ketahui..

    sudah aturan mainnya ada siang ada malam. ada pangkal ada ujung, ada awal ada akhir. smua beresinansi dengan apik di tubuh semesta.
    semoga saja, sekalipun telah lunas waktu, qt masih bisa tersenyum bahkan selalu tersenyum. aminn..:D

    BalasHapus
  7. boleh tahu gak sob inspirasinya dari mana?ilustrasi fotonya keren sob

    BalasHapus
  8. baguuus puisinya...
    kunjungan pertama, selamat berkarya

    BalasHapus

Please comment, kritik, or sarannya! Trims ^_@