15 Juni 2011

Sederhana

Ada sesuatu yang patut kau ketahui
Tentang bagaimana aku mencintaimu,
Aku kira kau pun akan tahu (mungkin)
Karena aku selalu berseru (dalam hati tentu)

Aku mencintaimu dengan sederhana
Sesederhana kisah cinta Romeo dan Juliet atau Heloise dan Abelard
Ah, tidak. Itu terlalu idealis



Aku mencintaimu dengan sederhana
Sesederhana gayus H tambunan yang bisa pelesiran keluar negri
Ah, tidak. Itu terlalu politis

Aku mencintaimu dengan sederhana
Sesederhana tentara Israel yang menyerang kapal kemanusiaan Mavi Marmara
Ah, tidak. Itu terlalu bengis

Aku mencintaimu dengan sederhana
Sesederhana Sumanto yang tega memakan hidup-hidup temannya sendiri
Ah, tidak. Itu terlalu sadis

Aku mencintaimu dengan sederhana
Sesederhana koruptor yang dilindungi sedangkan maling ayam dipukuli sampai mati
Ah, tidak. Itu terlalu realitis

Aku mencintaimu dengan sederhana
Sesederhana anggota dewan yang ngotot tentang dana aspirasi atau yang sekarang bernama dana percepatan dan pemerataan pembangunan daerah.
Ah, tidak. Itu terlalu retoris

Aku mencintaimu dengan sederhana
Sesederhana opini masyarakat bahwa di negeri ini tidak ada lagi keadilan
Ah, tidak. Itu terlalu skeptis (?)


Aku mencintaimu dengan sederhana
Sesederhana sang hujan yang mengkhianati sang awan, untuk berselingkuh dengan sang tanah


Aku mencintaimu dengan sederhana
Sesederhana kau bercermin , bayangmu dan bayangku berpendar menjadi satu


Jangan kau buat cermin pecah jadi belah
Mencintaimu yang sederhana dengan sederhana (menggunakan bingkai istimewa)
Aku hanya ingin berseru tentang isi hati ini
Ku ingin engkau mengerti (tanpa sepatah kata ku ucapkan)

*Untuk cintaku, belahan jiwaku, yang entah dimana,....


11 Comment:

  1. puisi kamu menarik..saya suka..teruskan berkarya...terima kasih kerana sudi melawat blog saya..(^___^)

    BalasHapus
  2. ini perkawinan "mencintaimu dgn sederhana"-nya sapardi djoko damono ma sandy yah? hehehhe

    well, sya suka bagian yg ini:
    Aku mencintaimu dengan sederhana
    Sesederhana sang hujan yang mengkhianati sang awan, untuk berselingkuh dengan sang tanah
    :D

    BalasHapus
  3. Aduhhh...belahan jiwa dikau dimana sob..???

    semoga sang belahan jiwa mendengar suara jiwamu yang kau tulis lewat jendela dunia

    BalasHapus
  4. Mencintai dengan sederhana, tak semua wanita bisa menerimanya
    Tapi ketika bisa slng menenerima.....
    Subhanallah indahnya.......
    Hehehehehe

    BalasHapus
  5. Sederhana, ..... namun sangat puitis, ... kayaknya berbakat jd penulis kumlulan Puisi Cinta.

    BalasHapus
  6. mencintai dg sederhana
    indahnya terasa luar biasa
    tak perduli kau siapa
    itu rasa yg ada di dada

    indah sangat puisinya... :)

    BalasHapus
  7. Sebentar...jika cinta tak diutarakan dan tidak pernah didengar, bagaimana bisa masuk telinga-diterima otak-lalu masuk ke hati? (bener gak sih urutannya?)

    BalasHapus
  8. Sungguh unik
    cra Anda mncntai blahn jwa, plihan hdp, n org yg akn mndampingi diri Anda..
    Antik jga mmbrikan prumpamaan pda sbuah prsaan to mmbrikan gmbarnnya..
    nice, sya suka krya Anda.

    BalasHapus
  9. menyinggung semua aspek kehidupan lewat kesederhanaan...keren sobat

    BalasHapus
  10. kunjungan perdana
    aku langsung suka dengan blog ini

    BalasHapus
  11. sederhana, gak muluk-muluk.....apa kabar sobat?

    BalasHapus

Please comment, kritik, or sarannya! Trims ^_@