12 Juni 2011

Gerutu Sampah Yang Terbuang

   Bagaimana kau merasa bangga...
   Dengan dunia yang sementara...
                                                                           
   (Senukil lirik lagu Opick)



Masih terekam dalam memori ingatanku,
seorang manusia dengan kefeodalannya berkata bijak padaku,...

"Aku tumbuh besar dengan harta.
Elok pesonaku karena harta.
Hidupku penuh dengan kemewahan atas adanya harta.
Jadi menurutku harta adalah segalanya.
Karena harta mampu membeli apa saja.
Termasuk sampah seperti kamu !"


Kata-kata bijak itu melahirkan sejuta umpatan dalam hatiku.
Namun tak dapat kupungkiri, bahwa aku memang hanyalah sampah.
Lebih tepatnya segumpal tanah liat yang tak berharga.
But no problem, I still could be happy being myself !
Setidaknya kamu makan, aku juga makan.
Kamu tidur, akupun bisa tidur.
Dan kurasa hartamu taklah membuatmu lebih bahagia dari aku.
 
Sadarkah engkau...
Kau mampu membeli jam, tapi tak mampu membeli waktu.
Kau mampu membeli tempat tidur, tapi tak mampu membeli tidur yang nyenyak.
Kau mampu membeli buku, tapi tak mampu membeli pengetahuan.
Kau mampu membeli posisi yang bagus dalam pekerjaan, tapi tak mampu membeli kehormatan.
Kau mampu membeli obat-obatan, tapi tak mampu membeli kesehatan.
Kau mampu membeli darah, tapi tak mampu dan tak akan pernah mampu membeli kehidupan.
Termasuk juga membeli kehidupan "sampah" seperti aku !
 
Sepertihalnya pergantian musim dan era.
Adakalanya yang kini berharga, kelak menjadi tidak berguna.

Begitupun bila tiba saatnya nanti...
Mampukah hartamu membungkam mulut Munkar Nakir, agar Ia tak memberimu pertanyaan ?
Mampukah hartamu merenovasi Sirathal Mustaqim, agar jalannya bisa lebih lebar ?
Dan mampukah hartamu membeli cambuk neraka, yang kelak kan meluluh lantakkan kefeodalanmu !??

Jika benar bisa, maka gunakan hartamu saat Izrail menjemputmu !
Agar ia pergi, dan urung melempar jasadmu ke liang lahat,....

3 Comment:

  1. karna harta belum tentu bahagia tapi kita juga butuh harta untuk melengkapi hidup juga jadi harta juga penting tapi tak sepenuhnya yg cukup2 aja hehehehe

    BalasHapus
  2. APa yang kau banggakan dngn hartamu hai manusia????
    Padahal harta hanya titipan yg sewaktu2 bisa diambilNYA.
    Tapi demi harta aku rela meninggalkan keluarga
    Jadi bagaimana????
    Hikz,,,,, yg pntng syukur jngn takabur ajah hehehe

    BalasHapus
  3. overall nice post.
    so, we choose one : hidup untuk mengumpulkan harta OR mengumpulkan harta untuk hidup :)

    BalasHapus

Please comment, kritik, or sarannya! Trims ^_@