17 September 2011

Sketsa Untuk Negeriku

Serigala buas bersosok manusia
Tak pernah puas akan yang dimilikinya
Dirikan ribuan megah istana
Bumi hijaupun tinggalah cerita



Seluruh penghuni berpesta pora
Bersorak riuh bernyanyi gembira
Sombong sang raja duduki singgasana
Berbalut indah rajutan sutera


27 Agustus 2011

Yah,... Inilah Aku

Diatas langit masih ada langit,...
Pantaskah ku banggakan diri yang tak lebih tinggi dari atap rumahku ?


Begitu mudah lidah ini berucap kata
Lalu ku tebarkan dengan penuh pesona
Namun nyata, tindakanku taklah selihai ucapanku
Terkadang sepucuk khilaf membuatku malu
Munaf, naif, itulah ciri khasku


22 Agustus 2011

Negeri Ribut

Di bulan puasa ini selain saya puasa menahan lapar dan dahaga, sayapun puasa melihat berita-berita di televisi maupun media massa. Bukan karena apa, namun isi dalam berita-berita tersebut sungguh menyiksa batin saya,` sebagai salah seorang penghuni tanah air ini. Kini era reformasi berjalan sepuluh tahun lebih, televisi dan media massa ikut berubah, menjadi lebih beragam, terbuka, dan kritis.

Dari hari ke hari negeri ini seperti negeri ribut, ricuh oleh apa saja. Seperti sangat sangat gampang memunculkan 'aksi' yang memicu kericuhan dan keributan. Ironisnya, pengelola negeri ini, orang-orang yang dipercaya memegang amanah rakyat, turut andil besar membuat kericuhan. Menikmatinya, sehingga mungkin beralasan mempertahankan suasana ribut.


13 Agustus 2011

Ratapan Pak Ustadz

Suatu sore, Pak Ustadz bersama orang muslim lainnya sedang ngabuburit dalam sebuah masjid. Ada yang menyibukkan diri membaca ayat-ayat Al-Qur'an, ada pula yang sekedar berdzikir. Waktu menunjukkan pukul 04.00. Kurang lebih dua jam lagi saatnya berbuka.

Tiba-tiba masuk seorang pemuda dengan membawa sebekal makanan. Tanpa segan ia duduk di antara orang-orang yang sedang ngabuburit, dan memakan makanan bawaannya dengan lahap. Pak Ustadz merasa risih dengan pemandangan itu, hingga iapun bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri pemuda itu.


06 Agustus 2011

Menolak Kelaziman



Belakangan ini kita semua dijejali dengan perayaan peristiwa yang mendebarkan. Mesir bergejolak, kasus mutilasi kian marak, jamaah Ahmadiyyah diserang massa, banyak orang tua tega membuang bahkan membunuh anak kandungnya sendiri, dan beragam peristiwa yang tak biasa lainnya. Namun karena terlalu banyak peristiwa yang terus berdatangan ke ruang kita, tentu kitapun akan menjadi biasa dengan peristiwa-peristiwa tersebut. Dan inilah yang berbahaya.


24 Juli 2011

Sang Jawara Suatu Tantangan



Hidup ini terlalu rumit untuk di fikirkan, namun juga terlalu sulit untuk di abaikan. Mungkin yang perlu manusia lakukan hanyalah mencoba untuk menikmatinya.

Menjalani hidup ini bagai berada dalam perbatasan Surga dan Neraka. Karna hidup ini tak ada habis-habisnya dengan pesta pora kesenangan, dan tak ada habis-habisnya oleh tangis penderitaan. Di saat kesenangan di hadirkan pada manusia, dengan mudahnya manusia menyimpulkan bahwa hidup ini indah. Bila tiba giliran penderitaan yang di hadirkan, begitu merdunya keluhan manusia bersenandung.

20 Juli 2011

Indah Dalam Sederhanamu

Aku terpesona dengan keindahan mawar merah itu
Dan aku pun lupa bahwa aku pernah terluka saat mencoba memetiknya,..

Aku takjub akan anggunnya teratai yang mengapung di danau
Pun aku tak ingat kala tenggelam saat ingin raih putih kelopaknya,...

Dan pesona anggrek hitam dipohon itu buat aku terbuai
Sehingga aku alpa bahwa dari tingginya pohon itulah aku jatuh dan terkulai,....

16 Juli 2011

Kegagalan



Kita semua tentu pernah mengalami kegagalan dalam suatu usaha. Entah karena itu disebabkan oleh kecerobohan diri kita sendiri, atau karena gangguan dari pihak lain. Namun yang pasti selalu melahirkan rasa kecewa dalam hati kita.
Namun satu hal yang mungkin luput kita ketahui, bahwa terkadang, kegagalan menunjukkan sisi lain dari suatu tujuan yang akan kita tempuh. Untuk lebih jelasnya, mari simak cerita berikut.

11 Juli 2011

Dermaga Tak Bernama

Telah tersurat, jika lunas waktu, aku akan segera berangkat,...
Bukan pulang atau mencari arah, teman, sebab kisah ini pada akhirnya cuma berakhir sebagai riwayat.
Tak terjanji siapa yang akan mencatat.
Kita akan berangkat menuju batas cahaya dan gelap

Usia berjejalan.....
Lalu tiba-tiba matahari telah merunduk di barat
Tahun merimbun seperti kebun, para pemetik menanam tanya tak terjawab !...


03 Juli 2011

Semua Karena Cinta

Aku tertatih dalam lamunku, memangku mimpi yang berangan semu....
Di antara ranting-ranting kejora, kugantungkan bintang-bintang harapan
agar sinarnya tersampaikan pada semesta akhirat hingga nalarnya tak menyayat jiwa

yah, lagi dan lagi,...
sesuatu yang ku tanam setiap masanya
dan gugur setiap musimnya

lagi dan lagi,...
air mata membebani kaca kelabu
ketika seonggok hati menjadi bayi biru tanpa ruh
usang dalam pandangan muram cuaca


01 Juli 2011

Senukil Pantun Negeri Dongeng

Badak diancam kancil, lari sembunyi di dalam lemari.
Apakah bebek sama burung beo tak punya hati nurani ?
Sekarang ini rakyat menjadi bingung setengah mati.
DPR itu wakil rakyat, wakil partai, atau diri sendiri ?

---------------------------------------------------------------------

Burung bangau sama anjing herder tidak suka makan jeruk.
Banteng disuruh kambing mengambil kelereng di rumahnya.
Mafia pajak dan mafia hukum seperti pertunjukan ludruk.
Semua orang tahu jalan ceritanya, tapi tak tahu akhirnya.

---------------------------------------------------------------------


27 Juni 2011

Aborsi

Memaknai aborsi, bagi saya seperti tengah memahami sebentuk interaksi batin spesial dua makhluk yang tak berjarak. Ibu dan 'jiwaraganya'. Karena itu, selalu terasakan miris, prihatin, dan sedih tak terkatakan, setiap kali mendengar aborsi. Tak ada lagi yang bisa dikatakan, selain pemusnahan generasi.


Aborsi adalah kesengajaan tidak memberikan kesempatan , dan kelanjutan hidup bagi sebuah 'ruh'. Maka bagi saya, aborsi adalah sejahat-jahatnya kejahatan. Ada 'aroma' bengis, tegas, juga sadis, saat kesepakatan pemusnahan dilakukan.


15 Juni 2011

Sederhana

Ada sesuatu yang patut kau ketahui
Tentang bagaimana aku mencintaimu,
Aku kira kau pun akan tahu (mungkin)
Karena aku selalu berseru (dalam hati tentu)

Aku mencintaimu dengan sederhana
Sesederhana kisah cinta Romeo dan Juliet atau Heloise dan Abelard
Ah, tidak. Itu terlalu idealis


12 Juni 2011

Gerutu Sampah Yang Terbuang

   Bagaimana kau merasa bangga...
   Dengan dunia yang sementara...
                                                                           
   (Senukil lirik lagu Opick)



Masih terekam dalam memori ingatanku,
seorang manusia dengan kefeodalannya berkata bijak padaku,...

"Aku tumbuh besar dengan harta.
Elok pesonaku karena harta.
Hidupku penuh dengan kemewahan atas adanya harta.
Jadi menurutku harta adalah segalanya.
Karena harta mampu membeli apa saja.
Termasuk sampah seperti kamu !"


Kata-kata bijak itu melahirkan sejuta umpatan dalam hatiku.

09 Juni 2011

Saatnya Bangkit

Suka dan duka adalah ilusi yang dibuat hati
Bayangnya selalu hadirkan ilustrasi hidup dalam berbagai warna warni
Suatu saat kita pasti jatuh dan berdarah
Di lain fase kita kan rasakan senang hingga pipi kita tersipu dan memerah


30 Mei 2011

A journey

Ayun berayun pikir mengalun
Beterbangan ayal keinginan
Lelah memilih arah tak pasti
Celaka malam halangi raga
Masih jauh perjalanan kita tempuh

Saujana, samudera membentang sambut layarku
Saujana, hidup di seberang gelap mimpiku.....
Mungkinkah merapat kesana...??

22 Mei 2011

Memaknai Sebuah Rasa 'CINTA'


Kawan, pernahkan kita merasa telah dikhianati oleh cinta ?
Ataukah kita merasa bahwa cinta tidak pernah berpihak pada kita...??
Mari sejenak kita kosongkan hati untuk sebuah perenungan makna.
Untuk dapatnya menjawab masing-masing seperti apa bentuk 'cinta kita'......


15 Mei 2011

Epilog Sendu

Aku larut dalam bias mimpiku,...
Kepakkan sayapku kejar semu bayangmu yang penuhi semua rongga kepalaku
Dan ketika urat sayapku putus dan mengejang
bayangmu tetap tak terkejar dan hanya jadi bagian mimpi yang terus kukenang.





Sering kusaksikan pertentangan antara proses dan sebuah tujuan
Lalu kucibir insan yang tidak bisa ambil sebuah keputusan
Dan saat ini aku belajar dari sebuah rasa kesakitan
Bahwa memang segalanya selalu berjalan diatas berbagai pengorbanan


08 Mei 2011

Inilah Warnaku

Meniti setiap jengkal bilah pisau
yang sedang ada di jejak langkahku
meresapi darah dan lukanya...
dengan segenap rasa bahagia




23 April 2011

Hilang

Tlah ku ceritakan hatiku di atas kertas malam
dengan tinta samudra hitam...
Tlah ku sempurnakan mimpiku
dengan perih hadiah terindahmu


Aku akan menghilang bersama malam
lupakan semua dalam kenangan
aku takkan merindu jika aku teringat
aku akan tetap diam
membiarkan diriku berselimut keheningan

16 April 2011

Puisi Di Malam Minggu





Malam minggu...
Tempat para pecinta melepas rindu.
Bercumbu mesrah, berpadu kasih.
Erat dekapnya sirnahkan dingin.
Malam yang indah...
Hanya untuk mereka.




Sedang disini...
Mata terpejam ikrarkan lelah.
Lutut tertekuk isyarat jengah.
Berbisik kalbu menyeruak perih.
Merindu hangat belai kekasih.

14 April 2011

Ketika Cinta Membunuhku Lewat Sebotol Alkohol



Elegi patah hati.
Dimana akal sehat tak lagi berfungsi.
Terpuruk dalam keputus asaan.
  
Insomnia berteman sebotol alkohol.
Senyumnya manja tawarkan keindahan.
Ku teguk pelan penuh kenikmatan.
 

10 April 2011

Nyanyian Kemenangan

Rekah senyum tanda puas.
Terpampang di wajah yang buas.

Berkacak pinggang,
Tertawa congkak,
Lemparkan cercaan,
Senandungkan kemenangan.
 
Sementara ku hanya terdiam.
Meratapi kekalahan.

06 April 2011

Tak Pernah Berarti

Bagaimanapun aku membuat istana pasir  di bibir pantai.
Maka akan hancur hanya dengan satu terjangan ombak. 
Pengorbanan waktu dan usaha tak berarti.
Tak nampak hasil yang di harap.
Tak terlihat keindahan yang nyata.
Sampai kapan ?
Itu yang slalu aku tanyakan.
Huh............

03 April 2011

Cinta... Adakah Engkau ?

Cinta...
Adakah engkau pada bara api ?
Bila tidak, ijinkan aku menyala
Aku ingin menjadi cahya
Di malam gelapnya
Biarkan remang
Aku akan menghangatkannya





Cinta....
Adakah engkau pada mata air ?
Bila tidak, ijinkan aku menangis
Aku ingin menjadi sungai helai
Mengaliri rumahnya
Biarkan dia teguk
Aku akan menghidupi hatinya

30 Maret 2011

Di Dudukku

Kaki berantakan.
Tendang aku.
Wajahku bertolak berpaling.

Tangis...
Adalah yakin dalam sunyi.
Sehangat sesat yang menjadi takdir.
Menjadi mimpi-mimpi.
Dari pekatnya alur.

19 Maret 2011

Hujan Hari Ini

Dunia menangis lagi.
Sang surya tlah enggan menemani.

Awan hitam lantunkan elegi.
Bertajuk rindu hangat mentari.

Sungguh sama...
Apa yang ku rasa.
Kian redup cahaya hati.
Benih cinta tiada bersemi.


Hujan hari ini...
Kian deras mengguyur bumi.

15 Februari 2011

Bungkus Kehinaan








Denting dawai kala sunyi...
Mengalun bersama desau angin.
Jeritan belalang  malam mengiringi tembang cinta.


Janji manis terucap.
Dari bibir berbisa berasa madu.

13 Februari 2011

Malam

Aku adalah malam...
Untuk sejenak aku ingin jadi siang.
Biar ku hangat dalam terang.



Namun jika siang tak bisa Kau wujudkan...
Izinkan aku jadi bintang.
Bintang yang menghiasi malam.


Jika bintang masih tak bisa Kau berikan...
Biarlah aku tetap jadi malam.


31 Januari 2011

Primadona Senja

Ku lihat wajahmu begitu kusut.
Kulitmu gelap bagai kabut.
Nampak lelah menunggu maut.

Ku lihat kau termangu seorang diri.
Tanpa sesosok teman mendampingi.

Wahai kau sang primadona...
Bukankah dulu kau cantik jelita.
Hingga selalu kau di puja-puja.
Namun mengapa kini kau merenta.